PenaDuniaNews, Artikel – Masa pubertas adalah masa peralihan anak-anak menuju usia remaja yang sering ditandai dengan berbagai perubahan di tubuh. Tapi, bagaimana kalau sudah masuk usia remaja tapi belum terlihat tanda-tanda pubertas? Kita kupas lebih lanjut mengenai pubertas terlambat di artikel ini!
Kenapa Pubertas Bisa Terlambat?
Biasanya masa pubertas terjadi di usia 8 hingga 14 tahun pada perempuan, dan di usia 9 hingga 15 tahun pada laki-laki. Dilansir dari hellosehat.com, masa pubertas pada perempuan ditandai dengan perubahan pada ukuran payudara dan pinggul, tumbuh rambut kemaluan dan jerawat, serta menstruasi. Sementara masa pubertas pada laki-laki ditandai dengan mengalami mimpi basah, perubahan ukuran penis dan testis, tumbuh rambut kemaluan dan jerawat, dan suara yang berubah.
Pubertas yang terlambat pada laki-laki biasanya ditandai dengan kemaluan tidak membesar saat usia 14 tahun, tanda-tanda puber yang berlangsung lambat (6 bulan sampai 1 tahun), dan baru mengalami tanda puber lengkap di usia 18 tahun. Sedangkan pubertas yang terlambat pada perempuan ditandai dengan payudara belum tumbuh saat usia 13 tahun, belum mengalami haid kurang lebih 5 tahun setelah pertumbuhan payudara, dan payudara yang baru membesar di usia 16 tahun ke atas. Berikut beberapa alasan mengapa seseorang bisa mengalami pubertas yang terlambat:
1. Riwayat Keluarga
Jika orangtuanya atau keluarga lainnya mengalami pubertas terlambat, kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami pubertas yang terlambat. Seringkali situasi ini termasuk dalam CDGP atau constitutional delay of growth and puberty.
2. Kekurangan Gizi Yang Diperlukan
Kekurangan gizi yang disebabkan oleh malnutrisi atau gangguan makan dapat membuat tubuh kekurangan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk memicu hormon reproduksi.
3. Gangguan Hormon Pertumbuhan dan Reproduksi
Beberapa anak punya kelenjar pituitari pada otak yang hanya bisa mengeluarkan sedikit hormon pertumbuhan yang dapat menghambat pertumbuhan tinggi dan berat badan serta memperlambat masa pubertas.
Sementara itu, jika hormon follicle stimulating hormone (FH) dan luteinizing hormone (LH) bermasalah, akan ada gangguan isolated gonadotropin deficiency yang bisa membuat pubertas terlambat atau tidak ada.
Untuk mengetahui lebih lanjut apakah anak atau remaja mengalami faktor yang menyebabkan telat pubertas, dokter akan melakukan beberapa tindakan lebih lanjut serta beberapa solusi sebagai berikut:
- Pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar gula dan hormon
- Melakukan USG (untuk perempuan) X-ray, dan MRI kepala
- Pemeriksaan kromosom dan testosteron
- Peningkatan asupan nutrisi
- Terapi hormon reproduksi menggunakan suntik testosteron (untuk laki-laki) atau tablet estrogen dan progresteron (untuk perempuan)
Sangat penting bagi remaja dan orang tua untuk mengenal lebih dalam mengenai pubertas, terutama jika remaja belum menunjukkan tanda-tanda pubertas dibanding teman-teman seusianya. Selalu konsultasikan kepada dokter jika punya pertanyaan mengenai fase pubertas agar bisa mendapatkan pengetahuan dan solusi yang mumpuni ya!
Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University











